Kelelawar

Meski memiliki sayap dan bisa terbang, namun kelelawar tidak termasuk jenis burung, melainkan mamalia. Kelelawar terdiri dari dua jenis utama, yaitu Megachiroptera (kelelawar besar pemakan buah) dan Microchiroptera (kelelawar kecil pemakan serangga). Kelelawar pemakan buah biasanya memakan buah-buahan dan nektar, sedangkan kelelawar pemakan serangga biasanya memangsa serangga, mamalia kecil, berbagai jenis ikan, dan juga mengisap darah hewan. Kelelawar jenis terakhir ini biasanya menggunakan gema suaranya untuk mencari mangsa.

Pada umumnya kelelawar hidup dalam koloni atau kelompok besar yang tinggal di gua-gua atau pepohonan besar. Namun, kadang-kadang ditemukan juga jenis kelelawar yang hidup menyendiri. Ketika malam tiba mereka meninggalkan sarang untuk mencari mangsa secara bersama-sama. Hal yang sama juga dilakukan ketika mereka kembali ke sarang. Pandangan kelelawar sangat buruk. Namun indera penciuman dan pendengarannya sangat peka. Bahkan untuk menemukan mangsanya, ia menggunakan gema suara. Gelombang suara itu akan mengenai mangsa, terpantul kembali, lalu ditangkap oleh indera pendengarannya.

Kelelawar memiliki arti yang berbeda di setiap kebudayaan. Di Afrika misalnya, kelelawar dianggap sebagai penjelmaan arwah orang yang sudah meninggal. Sementara itu, sejumlah suku Indian di Amerika menganggap hewan ini sebagai penjelmaan roh jahat. Namun di Cina, kelelawar dianggap sebagai hewan pembawa keberuntungan.

Sumber : Ensiklopediaku Frisian Flag

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s