Contoh Lain – Penerapan Komputasi Modern

Contoh lain penerapan komputasi modern adalah di dibidang kesehatan, khususnya website rumah sakit. Disini, saya menggunakan contoh website Rumah Sakit Pusat Pertamina (http://www.pertaminahospital.com/).

Penerapan komputasi modern khususnya cloud computing dapat dilihat dari pncarian jadwal dokter dan juga pasien dapat membooking jadwal (melakukan pendaftaran) secara online.

 

Berikut adalah tampilan awal website :

Tampilan Awal Website  

Untuk pencarian (search) dapat dilakukan dengan memilih pada menu utama yaitu Jadwal dokter atau pada sidebar yaitu Praktek Dokter. Output yang ditampilkan sama. Berikut ini adalah pencarian jadwal dokter menggunakan menu utama.

Pertama-tama, pilih jadwal dokter. Kemudian, pilih spesialisasi maka akan muncul nama dokter berdasarkan spesialisasinya. Lalu, pasien cukup memilih nama dokternya, informasi mengenai dokter tersebut lengkap dengan jadwalnya akan tampil seperti gambar berikut :

 

 2

  3

  4

Untuk booking jadwal, fasilitas ini sebenarnya hanya berlaku apabila pasien sudah mendaftar sebelumnya dan memperoleh kartu pasien. Pasien cukup mengisi data pada formulir yang tersedia seperti nama, nomor kartu, tempat tanggal lahir, alamat, telepon, email, via contact, pilih poliklinik yang diinginkan, pilih dokter, formulir seperti pada gambar berikut :

5

Komentar :

Menurut saya, website ini sudah cukup baik. Pasien dapat dengan mudah memperoleh informasi tentang dokter dan pasien dapat mencari dokter berdasarkan spesialisasi, sehingga mempercepat pencarian sesuai dengan kebutuhan pasien. Satu hal yang menjadi perbedaan situs Rumah Sakit Pusat Pertamina dengan situs rumah sakit lainnya adalah, adanya layanan booking jadwal (pendaftaran secara online). Hal ini sangat memberi kemudahan pada pasien apalagi untuk pasien yang bertempat tinggal cukup jauh dari rumah sakit. Walaupun saya belum pernah menggunakan fasilitas ini, salah seorang teman saya yang selalu memeriksakan diri di rumah sakait tersebut mengatakan bahwa pendaftaran online jauh lebih praktis. Dan karena pasien sudah mendafar terlebih dahulu melalui pendaftaran online, saat sampai dirumah sakit pelayanannya akan lebih cepat dilaksanakan.Namun, ada kekurangan pada website ini terutama dalam hal pencarian jadwal dokter. Karena, pasien harus mencari jadwal berdasarkan nama dokter sedangkan tidak semua pasien mengenal dokter tertentu apalagi jika pasien hanya ingin mengetahui jadwal dokter umum atau hanya ingin mengetahui siapa saja dokter yang bertugas pada hari tertentu. Pencarian berdasarkan nama dokter memang dapat mempermudah untuk beberapa hal. Tapi, alangkah lebih baik jika pencarian hanya didasarkan pada spesialisasi sehingga, output yang dikeluarkan adalah nama-nama dokter sesuai spesialisai beserta jadwalnya.

 

 

 

 

[Artikel Komputasi Modern] MENGAPA KOMPUTASI MODERN AKAN MEMBUNUH PENYIMPANAN TRADISIONAL?

Kepemilikan, pendekatan monolitik dengan penyimpanan bertentangan dengan masa depan komputasi, apakah Anda mendekati hal-hal dari sudut pandang teknologi, arsitektur, model penyebaran atau ekonomi.

Pada penghujung hari, TI dapat bermuara pada tiga hal ini: komputasi, storage dan jaringan. Revolusi besar di bidang TI (misalnya perpindahan client server, perpindahan yang sedang berlangsung ke cloud) memerlukan perubahan besar dalam semua tiga wilayah tersebut.

Ini seharusnya tidak mengejutkan bahwa komputasi telah berubah secara dramatis selama 10 tahun terakhir. Sama seperti tidak ada yang akan berinvestasi di perusahaan buggywhip, Anda akan kesulitan untuk menemukan siapa saja yang tertarik untuk berinvestasi di sebuah perusahaan yang memproduksi sistem komputasi besi yang besar (mainframe, superkomputer, dan sejenisnya).

Ini jelas bukan karena kebutuhan akan kehandalan, kekuat, dan daya komputasi yang terpusat mengalami penurunan. Sebaliknya, orang-orang telah menyadari bahwa komputasi menjadi lebih kuat, lebih dapat diandalkan, lebih mudah dikelola dan lebih ekonomis diikuti oleh terjadinya transformasi berikut :

 

  • Kepemilikan sistem perangkat lunak digantikan oleh teknologi terbuka seperti Linux dan sisa dari LAMP stack,
  • Dedikasi, sistem sekali pakai digantikan oleh arsitektur virtual, yang memungkinkan beberapa aplikasi berjalan di komputer yang sama atau membiarkan satu aplikasi dijalankan pada beberapa komputer, dan,
  • Besar, monolitik, arsitektur scale-up digantikan oleh arsitektur scale-out, yang memungkinkan Anda membangun kekuatan dengan menggabungkan sejumlah besar elemen kecil yang berlebihan.

 

Dengan kata lain, sekarang komputasi dilakukan dengan memperlakukannya sebagai skala-out, virtualisasi, commoditized dan dikelola dalam area terpusat. Sebuah organisasi dapat memiliki area sendiri (private cloud) atau ruang sewa di area milik orang lain (awan publik). Pada kedua kasus ini, pendekatan area kerja dan orang-orang yang ada di dalam area tersebut.

Tentu saja, jika komputasi yang sedang terjadi dengan cara ini, penyimpanan dan jaringan harus lewat jalan ini juga. Dari sudut pandang arsitektur, storage harus mendukung paradigma komputasi baru. Ia tidak banyak gunanya untuk memindahkan aplikasi sekitar Anda secara dinamis untuk mengambil keuntungan dari setiap siklus CPU cadangan jika data aplikasi masih terkunci di dalam membutuhkan banyak biaya, kotak fleksibel. Tidaklah mengherankan bahwa banyak orang saat ini menyebut penyimpanan sebagai tumit Achilles dari virtualisasi data center yang sebenarnya.

 

Situasi akan lebih buruk bila ketika seseorang mempertimbangkan tantangan dalam menyebarkan awan hibrida, ketika kemudahan pergerakan mesin virtual antara pusat data berjalan memukul berlawanan dengan tantangan pergerakan terabyte dan petabyte data aplikasi ekonomis dan efisien antara pusat data yang berbeda atas (relatif) rendah koneksi bandwidth.

Penyimpanan perlu melakukan lebih dari sekedar mendukung paradigma komputasi baru. Tak pelak, penyimpanan harus mulai MELIHAT jauh lebih seperti komputasi : scale-out, open source, commoditized, tervirtualisasi dan saat di awan.

Kita sudah melihat awal transisi ini. Menurut analis ESG perusahaan, pengiriman sistem penyimpanan skala-out (yaitu yang dibangun dengan membiarkan pengguna terus menambahkan “kotak kecil”) akan melampaui pengiriman sistem skala-up.

Namun, gerakan awan akan menuntut perubahan yang lebih mendasar. Tidak hanya harus penyimpanan disampaikan secara bertahap (yaitu skala-out), juga harus disampaikan dengan cara yang untethers fungsi penyimpanan dasar dari perangkat keras tertentu atau dari vendor tertentu. Anda tidak dapat menentukan apa perangkat keras penyimpanan akan tersedia di awan. Sebaliknya, penyimpanan harus diperlakukan sebagai masalah perangkat lunak – dengan solusi perangkat lunak.

 

Original artikel and language :

Golub, Ben, Why modern computing will kill traditional storage, http://blogs.computerworld.com/18372/why_modern_computing_will_kill_traditional_storage, 2011.

 

Komentar :

Artikel diatas merupakan terjemahan dari artikel berbahasa Inggris yang sumbernya dapat dilihat diatas. Mungkin kata-katanya cukup sulit dipahami, namun menurut saya apabila pengimplementasian konputasi modern (pada masalah ini komputasi awan) dibarengi dengan penggunaan penyimpanan tradisional, maka tidak akan berjalan dengan baik. Penyimpanan tradisional membutuhkan pengaturan agar dapat menyesuaika dengan cara kerja komputasi awan. Sedangkan tidak ada teknologi seperti itu, sehingga penyimpanan tradisional harus ditinggalkan dan pada akhirnya komputasi modern dapat membunuh penyimpanan tradisional. Pada dasarnya, artikel diatas sangat menarik. Ben Golub memberikan informasi dari sisi berbeda. Dimana sebagian besar orang hanya memberikan penjelasan tentang apa itu komputasi modern, sejarah dan dampak, sedangkan artikel ini lebih membahasa masalah penyimpanan tentang komputasi modern dan menggunakan contoh kasus yaitu perusahaannya sendiri.

Walaupun terkadang artikel berbahasa Inggris sulit untuk dipahami, namun informasi yang lebih luas justru dapat diperoleh dari artikel-artikel berbahasa Inggris. Jadi, untuk teman-teman jangan takut berbahasa Inggris.

Waspada! Penyakit yang Biasa Muncul pada Usia Lanjut Mulai Menyerang Kaum Muda

Ginjal adalah salah satu organ vital yang ada di dalam tubuh kita. Kalau kita sudah membicarakan ginjal, apalagi penyakit yang berhubungan dengan ginjal, pasti yang terpikirkan pertama kali adalah “pasien yang terkena penyakit ginjal adalah orang tua (usia>30 tahun)”. Jangan salah, penyakit pada ginjal, misalnya munculnya kristal (batu) ginjal tidak selalu dialami oleh orang yang berusia lanjut. Ada beberapa kasus dimana pasien justru berusia dibawah 30 tahun.

Batu Ginjal

Contohnya adalah saya, ini adalah pengalaman yang saya alami sekitar setahun yang lalu. Saya mengalaminya saat saya memasuki usia awal 20 tahun-an (walaupun saat ini saya masih dalam usia awal 20 tahun-an). Saat itu, saya masih kuliah semester x dan sedang dalam musim ujian tengah semester (UTS).

Suatu hari, tiba-tiba saya merasakan nyeri dari perut sebelah kanan, pinggang sampai punggung sebelah kanan. Saya yang mengira hal ini hanya kram biasa memustuskan untuk tidur dan membiarkan sampai perut saya tidak sakit lagi. setelah sakitnya hilang, saya lalu melanjutkan aktifitas seperti biasa. Esok harinya, saat saya buang air kecil di pagi hari, (maaf) urine saya berwarna kecoklatan padahal saya sudah menstruasi bulan tersebut, saya masih membiarkannya. Malam harinya, saat saya buang air kecil, urine saya berwarna merah cerah, seperti bercampur dengan darah. Tak lama setelah buang air kecil, sakit perut yang saya rasakan sebelumnya muncul lagi, tapi lebih parah. Saya sampai berguling-guling di tempat tidur, bahkan sampai tidak bisa bernafas dengan baik (sesak nafas).

Akhirnya, saya dibawa ke rumah sakit (bukan rumah sakit besar) yang ada di dekat rumah saya. Di rumah sakit, saya diminta menjalani tes darah dan urine, namun, dokter di rumah sakit tersebut masih ragu apakah saya menderita usus buntu atau bermasalah pada ginjal. Saya diberi obat untuk meluruhkan batu ginjal dan obat-obatan lainnya. Tapi, bukannya membaik, rasa sakit justru lebih serig muncul. Bahkan selama dua hari berturut-turut saya tidak bisa makan atau minum apa-apa walaupun itu hanya segelas air putih, karena apa yang saya masukkan ke dalam mulut saya, tidak lama kemudian akan saya keluarkan dalam jumlah yang sama (saya muntahkan kembali).

Orang tua saya pun memilih untuk membawa saya ke salah seorang dokter spesialis penyakit dalam yang membuka klinik sendiri di daerah Jakarta dan merupakan dokter yang sudah menangani beberapa anggota keluarga saya. Setelah mendengar keluhan saya, dokter langsung melakukan pemeriksaan dengan USG (berbeda dengan dokter sebelumnya, mungkin karena sebelumnya saya diperiksa oleh dokter umum dan bukan spesialis), dan hasilnya adalah memang terdapat kristal dengan ukuran cukup besar terbentuk di dalam ginjal sebelah kanan saya. Dokter mulai memarahi saya dengan berkata “Kamu masih 20 kan? Kok bisa kena penyakit orang tua sih? Kamu jarang minum ya? Nggak olahraga juga?”. Saya diberikan obat dan juga menjalani tes darah. Tidak lupa saya diminta untuk berolahraga dan banyak minum air putih. Setelah saya datang untuk kontrol pertama, Alhamdulillah, kristalnya sudah hilang dan saya cukup menghabiskan obat yang tersisa.

Intinya adalah, penyakit akan datang pada siapa saja dan tidak mengenal usia. Tips yang bisa saya berikan agar teman-teman (terutama yang berusia <30 tahun) agar tidak bernasib sama seperti saya adalah :

  • Banyak-banyaklah minum, seperti air putih, susu dan jus buah. Diutamakan perbanyak minum air putih dan mengurangi teh dan kopi, terutama kopi. Pokoknya, harus banyak minum, istilah kasarnya : “ginjal harus dibanjiri air”.
  • Walaupun ini seperti mengutip sunnah Rasul, tapi saat minum sebaiknya dalam keadaan duduk. Karena, terdapat penelitian yang mengatakan bahwa minum sambil berdiri bisa meningkatkan resiko terkena penyakit ginjal.
  • Olahraga yang rutin, paling tidak bergeraklah selama 5-10 menit dalam sehari. Kalau bisa, sebelum olahraga harus dimulai dengan meminum air terlebih dahulu, begitu pula setelah olahraga.

Jangan lupa, walaupun ada pepatah sehat itu mahal, tapi saat sakit kita justru mengeluarkan uang lebih banyak daripada saat sehat. Jadi, jangan lupa untuk terus menjaga kesehatan kalian ya….