[Artikel Komputasi Modern] MENGAPA KOMPUTASI MODERN AKAN MEMBUNUH PENYIMPANAN TRADISIONAL?

Kepemilikan, pendekatan monolitik dengan penyimpanan bertentangan dengan masa depan komputasi, apakah Anda mendekati hal-hal dari sudut pandang teknologi, arsitektur, model penyebaran atau ekonomi.

Pada penghujung hari, TI dapat bermuara pada tiga hal ini: komputasi, storage dan jaringan. Revolusi besar di bidang TI (misalnya perpindahan client server, perpindahan yang sedang berlangsung ke cloud) memerlukan perubahan besar dalam semua tiga wilayah tersebut.

Ini seharusnya tidak mengejutkan bahwa komputasi telah berubah secara dramatis selama 10 tahun terakhir. Sama seperti tidak ada yang akan berinvestasi di perusahaan buggywhip, Anda akan kesulitan untuk menemukan siapa saja yang tertarik untuk berinvestasi di sebuah perusahaan yang memproduksi sistem komputasi besi yang besar (mainframe, superkomputer, dan sejenisnya).

Ini jelas bukan karena kebutuhan akan kehandalan, kekuat, dan daya komputasi yang terpusat mengalami penurunan. Sebaliknya, orang-orang telah menyadari bahwa komputasi menjadi lebih kuat, lebih dapat diandalkan, lebih mudah dikelola dan lebih ekonomis diikuti oleh terjadinya transformasi berikut :

 

  • Kepemilikan sistem perangkat lunak digantikan oleh teknologi terbuka seperti Linux dan sisa dari LAMP stack,
  • Dedikasi, sistem sekali pakai digantikan oleh arsitektur virtual, yang memungkinkan beberapa aplikasi berjalan di komputer yang sama atau membiarkan satu aplikasi dijalankan pada beberapa komputer, dan,
  • Besar, monolitik, arsitektur scale-up digantikan oleh arsitektur scale-out, yang memungkinkan Anda membangun kekuatan dengan menggabungkan sejumlah besar elemen kecil yang berlebihan.

 

Dengan kata lain, sekarang komputasi dilakukan dengan memperlakukannya sebagai skala-out, virtualisasi, commoditized dan dikelola dalam area terpusat. Sebuah organisasi dapat memiliki area sendiri (private cloud) atau ruang sewa di area milik orang lain (awan publik). Pada kedua kasus ini, pendekatan area kerja dan orang-orang yang ada di dalam area tersebut.

Tentu saja, jika komputasi yang sedang terjadi dengan cara ini, penyimpanan dan jaringan harus lewat jalan ini juga. Dari sudut pandang arsitektur, storage harus mendukung paradigma komputasi baru. Ia tidak banyak gunanya untuk memindahkan aplikasi sekitar Anda secara dinamis untuk mengambil keuntungan dari setiap siklus CPU cadangan jika data aplikasi masih terkunci di dalam membutuhkan banyak biaya, kotak fleksibel. Tidaklah mengherankan bahwa banyak orang saat ini menyebut penyimpanan sebagai tumit Achilles dari virtualisasi data center yang sebenarnya.

 

Situasi akan lebih buruk bila ketika seseorang mempertimbangkan tantangan dalam menyebarkan awan hibrida, ketika kemudahan pergerakan mesin virtual antara pusat data berjalan memukul berlawanan dengan tantangan pergerakan terabyte dan petabyte data aplikasi ekonomis dan efisien antara pusat data yang berbeda atas (relatif) rendah koneksi bandwidth.

Penyimpanan perlu melakukan lebih dari sekedar mendukung paradigma komputasi baru. Tak pelak, penyimpanan harus mulai MELIHAT jauh lebih seperti komputasi : scale-out, open source, commoditized, tervirtualisasi dan saat di awan.

Kita sudah melihat awal transisi ini. Menurut analis ESG perusahaan, pengiriman sistem penyimpanan skala-out (yaitu yang dibangun dengan membiarkan pengguna terus menambahkan “kotak kecil”) akan melampaui pengiriman sistem skala-up.

Namun, gerakan awan akan menuntut perubahan yang lebih mendasar. Tidak hanya harus penyimpanan disampaikan secara bertahap (yaitu skala-out), juga harus disampaikan dengan cara yang untethers fungsi penyimpanan dasar dari perangkat keras tertentu atau dari vendor tertentu. Anda tidak dapat menentukan apa perangkat keras penyimpanan akan tersedia di awan. Sebaliknya, penyimpanan harus diperlakukan sebagai masalah perangkat lunak – dengan solusi perangkat lunak.

 

Original artikel and language :

Golub, Ben, Why modern computing will kill traditional storage, http://blogs.computerworld.com/18372/why_modern_computing_will_kill_traditional_storage, 2011.

 

Komentar :

Artikel diatas merupakan terjemahan dari artikel berbahasa Inggris yang sumbernya dapat dilihat diatas. Mungkin kata-katanya cukup sulit dipahami, namun menurut saya apabila pengimplementasian konputasi modern (pada masalah ini komputasi awan) dibarengi dengan penggunaan penyimpanan tradisional, maka tidak akan berjalan dengan baik. Penyimpanan tradisional membutuhkan pengaturan agar dapat menyesuaika dengan cara kerja komputasi awan. Sedangkan tidak ada teknologi seperti itu, sehingga penyimpanan tradisional harus ditinggalkan dan pada akhirnya komputasi modern dapat membunuh penyimpanan tradisional. Pada dasarnya, artikel diatas sangat menarik. Ben Golub memberikan informasi dari sisi berbeda. Dimana sebagian besar orang hanya memberikan penjelasan tentang apa itu komputasi modern, sejarah dan dampak, sedangkan artikel ini lebih membahasa masalah penyimpanan tentang komputasi modern dan menggunakan contoh kasus yaitu perusahaannya sendiri.

Walaupun terkadang artikel berbahasa Inggris sulit untuk dipahami, namun informasi yang lebih luas justru dapat diperoleh dari artikel-artikel berbahasa Inggris. Jadi, untuk teman-teman jangan takut berbahasa Inggris.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s