Waspada! Penyakit yang Biasa Muncul pada Usia Lanjut Mulai Menyerang Kaum Muda

Ginjal adalah salah satu organ vital yang ada di dalam tubuh kita. Kalau kita sudah membicarakan ginjal, apalagi penyakit yang berhubungan dengan ginjal, pasti yang terpikirkan pertama kali adalah “pasien yang terkena penyakit ginjal adalah orang tua (usia>30 tahun)”. Jangan salah, penyakit pada ginjal, misalnya munculnya kristal (batu) ginjal tidak selalu dialami oleh orang yang berusia lanjut. Ada beberapa kasus dimana pasien justru berusia dibawah 30 tahun.

Batu Ginjal

Contohnya adalah saya, ini adalah pengalaman yang saya alami sekitar setahun yang lalu. Saya mengalaminya saat saya memasuki usia awal 20 tahun-an (walaupun saat ini saya masih dalam usia awal 20 tahun-an). Saat itu, saya masih kuliah semester x dan sedang dalam musim ujian tengah semester (UTS).

Suatu hari, tiba-tiba saya merasakan nyeri dari perut sebelah kanan, pinggang sampai punggung sebelah kanan. Saya yang mengira hal ini hanya kram biasa memustuskan untuk tidur dan membiarkan sampai perut saya tidak sakit lagi. setelah sakitnya hilang, saya lalu melanjutkan aktifitas seperti biasa. Esok harinya, saat saya buang air kecil di pagi hari, (maaf) urine saya berwarna kecoklatan padahal saya sudah menstruasi bulan tersebut, saya masih membiarkannya. Malam harinya, saat saya buang air kecil, urine saya berwarna merah cerah, seperti bercampur dengan darah. Tak lama setelah buang air kecil, sakit perut yang saya rasakan sebelumnya muncul lagi, tapi lebih parah. Saya sampai berguling-guling di tempat tidur, bahkan sampai tidak bisa bernafas dengan baik (sesak nafas).

Akhirnya, saya dibawa ke rumah sakit (bukan rumah sakit besar) yang ada di dekat rumah saya. Di rumah sakit, saya diminta menjalani tes darah dan urine, namun, dokter di rumah sakit tersebut masih ragu apakah saya menderita usus buntu atau bermasalah pada ginjal. Saya diberi obat untuk meluruhkan batu ginjal dan obat-obatan lainnya. Tapi, bukannya membaik, rasa sakit justru lebih serig muncul. Bahkan selama dua hari berturut-turut saya tidak bisa makan atau minum apa-apa walaupun itu hanya segelas air putih, karena apa yang saya masukkan ke dalam mulut saya, tidak lama kemudian akan saya keluarkan dalam jumlah yang sama (saya muntahkan kembali).

Orang tua saya pun memilih untuk membawa saya ke salah seorang dokter spesialis penyakit dalam yang membuka klinik sendiri di daerah Jakarta dan merupakan dokter yang sudah menangani beberapa anggota keluarga saya. Setelah mendengar keluhan saya, dokter langsung melakukan pemeriksaan dengan USG (berbeda dengan dokter sebelumnya, mungkin karena sebelumnya saya diperiksa oleh dokter umum dan bukan spesialis), dan hasilnya adalah memang terdapat kristal dengan ukuran cukup besar terbentuk di dalam ginjal sebelah kanan saya. Dokter mulai memarahi saya dengan berkata “Kamu masih 20 kan? Kok bisa kena penyakit orang tua sih? Kamu jarang minum ya? Nggak olahraga juga?”. Saya diberikan obat dan juga menjalani tes darah. Tidak lupa saya diminta untuk berolahraga dan banyak minum air putih. Setelah saya datang untuk kontrol pertama, Alhamdulillah, kristalnya sudah hilang dan saya cukup menghabiskan obat yang tersisa.

Intinya adalah, penyakit akan datang pada siapa saja dan tidak mengenal usia. Tips yang bisa saya berikan agar teman-teman (terutama yang berusia <30 tahun) agar tidak bernasib sama seperti saya adalah :

  • Banyak-banyaklah minum, seperti air putih, susu dan jus buah. Diutamakan perbanyak minum air putih dan mengurangi teh dan kopi, terutama kopi. Pokoknya, harus banyak minum, istilah kasarnya : “ginjal harus dibanjiri air”.
  • Walaupun ini seperti mengutip sunnah Rasul, tapi saat minum sebaiknya dalam keadaan duduk. Karena, terdapat penelitian yang mengatakan bahwa minum sambil berdiri bisa meningkatkan resiko terkena penyakit ginjal.
  • Olahraga yang rutin, paling tidak bergeraklah selama 5-10 menit dalam sehari. Kalau bisa, sebelum olahraga harus dimulai dengan meminum air terlebih dahulu, begitu pula setelah olahraga.

Jangan lupa, walaupun ada pepatah sehat itu mahal, tapi saat sakit kita justru mengeluarkan uang lebih banyak daripada saat sehat. Jadi, jangan lupa untuk terus menjaga kesehatan kalian ya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s